Langsung ke konten utama

Bahasa Indonesia : Telaah Teks Ulasan dan Teks Diskusi

Bahasa Indonesia : Telaah Teks Ulasan dan Teks Diskusi

Selamat datang! Di sini saya akan memberikan sedikit informasi tentang telaah teks ulasan dan teks diskusi. Simak ya!

A. Pengertian Teks Ulasan dan Teks Diskusi

1.  Teks Ulasan

Teks Ulasan adalah sebuah teks yang dihasilkan dari sebuah analisis terhadap berbagai aspek.
Teks Ulasan berupa :
a. Resensi
merupakan penilaian terhadap karya orang lain dengan memberikan pertimbangan baik dan buruk karya tersebut secara objektif. Unsur-unsur resensi meliputi judul buku, identitas buku, pendahuluan atau pembuka resensi, isi resensi, dan penutup.
b. Kritik
adalah karangan yang menguraikan pertimbanagn baik atau buruk suatu karya sastra. Kritik biasanya diakhiri dengan simpulan analisis.
c. Esai
adalah karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulis. Esai berisi pendapat atau pandangan pribadi penulis terhadap suatu objek.

2. Teks Diskusi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diskusi adalah sebuah pertemuan ilmiah untuk betukar ilmu mengenai suatu masalah. 
Pengertian lain Teks Diskusi adalah kegiatan bertukarpikiran secara teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar.

B. Merevisi Teks Ulasan dan Teks Diskusi

Merevisi adalah kegiatan meninjau atau memeriksa kembali teks untuk diperbaiki agar teks mudah dipahami.

C. Meringkas Teks Ulasan dan Teks Diskusi

Meringkas merupakan kegiatan mengambil inti sari teks atau simpulan. 
Cara meringkas teks ulasan dan teks diskusi :
1. Membaca teks secara utuh dan teliti
2. Mencatat pokok-pokok teks tersebut
3. Membuat pokok-pokok teks menjadi kalimat yang dibuat dengan kalimatmu sendiri
4. Membuat ringkasan sesuai urutan pokok-pokok teks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PKN : Gotong Royong Dalam Masyarakat Indonesia - Istilah Gotong Royong di Berbagai Daerah

Gotong royong dalam Masyarakat Indonesia A. Pengertian dan Asal usul Gotong Royong Gotong royong berasal dari kata 'gotong' yang berarti bersama-sama, membawa/menyelesaikan sesuatu yang berat. Royong yang berarti membagi hasil kerja secara adil sesuai dengan besarnya sumbangan/andil yang diberikan. Andil (berasal dari bahasa Belanda) = sero, saham, partisipasi. Jadi, gotong royong adalah saling membantu/melaksanakan pekerjaan bersama-sama menurut batas kemampuan masing-masing, secara sukarela dan tanpa pamrih. Gotong royong merupakan ciri khas kepribadian bangsa Indonesia, sehingga istilah gotong royong dikenal diseluruh wilayah Indonesia. B. Istilah-istilah Gotong royong Istilah gotong royong di Aceh yaitu "Alang Tulung" Istilah gotong royong di Batak yaitu "Marsiada Pari" Istilah gotong royong di Bali yaitu "Subak" Istilah gotong royong di Ambon atau Maluku yaitu "Mapalus" Istilah gotong royong di Makkasar atau Bugis yait...

Mengenal Puisi Kontemporer

  Assalamualaikum,  teman-teman...  Saya akan membagikan sekilas tentang Puisi Kontemporer. semoga bermanfaat ya. Selamat membaca! Puisi Kontemporer Kata  kontemporer  secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman. Puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri. Puisi kontemporer seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata yang makin kasar, ejekan, dan lain-lain. Tokoh-tokoh puisi kontemporer di Indonesia saat ini, yaitu : Ibrahim Sattah , Hai Ti Sutardji Calzoum Bachri,  O ,  Amuk , dan  O Amuk Kapak Hamid Jabbar,  Wajah Kita Puisi kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu :  Puisi Mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra.  Sutardji Calzoum Bachri adalah orang yang pertama memperke...

Rangkuman Belajar - Sejarah Perang Jagaraga di Bali

Perang Jagaraga di Bali A.               Latar Belakang Perang Jagaraga berawal ketika Belanda kerajaan di Bali bersengketa tentang hak tawan karang. Hak tawan karang berisi bahwa setiap kapal yang kandas di perairan Bali merupakan hak penguasa di daerah tersebut. Pada tahun 1841 hak ini diberlakukan atas kapal Belanda. Pemerintahan Belanda memprotes Raja Buleleng yang menyita dua kapal milik Belanda. Jatuhnya pusat kerajaan Buleleng ke tangan Belanda pada tanggal 28 Juni 1846, belumlah berarti semangat dan jiwa kepahlawanan raja dan rakyat Buleleng telah memudar. Bersamaan dengan jatuhnya pusat kerajaan Buleleng ke tangan Belanda, hal ini telah menyebabkan laskar Buleleng terdesak, dan atas desakan Patih Jelantik raja Buleleng telah mengambil keputusan untuk mengundurkan pasukannya ke Buleleng Timur memasuki desa Jagaraga serta menetapkan untuk menggunakan Jagaraga sebagai benteng konsolidasi kekuatan dan seba...